Dunhil — Dalam rangka menghadapi musim kemarau dan potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi secara virtual melalui Zoom Meeting pada Kamis (5/6/2025), guna membahas Persiapan Aktivasi Pos Lapangan Satgas Pengendali Karhutla Tahun 2025.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah akan melaksanakan Aktivasi Pos Lapangan Satuan Tugas Pengendali Karhutla di 77 lokasi, yang tersebar pada 76 desa/kelurahan, 51 kecamatan, 14 kabupaten/kota.
“Aktivasi pos lapangan bukan hanya formalitas, tetapi bentuk kesiapan nyata kita untuk merespons cepat ketika titik api terdeteksi. Kita harus sudah siaga penuh sebelum kejadian.”
Beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat antara lain:
- Penentuan lokasi prioritas pos lapangan berdasarkan data sebaran hotspot dan histori Karhutla.
- Kesiapan personel gabungan dan distribusi peralatan pendukung.
- Penguatan sistem pelaporan cepat berbasis aplikasi dan komunikasi lapangan.
- Rencana patroli terpadu dan simulasi penanganan Karhutla.
- Kolaborasi lintas sektor dalam edukasi masyarakat dan penegakan hukum.
Pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan semua unsur dalam mengantisipasi potensi Karhutla di wilayah rawan. Pos Lapangan akan menjadi pusat koordinasi dan operasional penanggulangan Karhutla di lapangan.
“Koordinasi dan deteksi dini adalah kunci. Kita harus bekerja sama dalam pemantauan, sosialisasi, dan penindakan tegas terhadap pembakar lahan ilegal.”
Dengan sinergi lintas sektor dan komitmen bersama, diharapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini, demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

