Kabut Asap Selimuti Dusun Hilir, Masker Gratis Dibagikan kepada Masyarakat

DUNHIL, Mengkatip — Upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilakukan di Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan. Pada Selasa (25/8/2026), masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang melintas di depan Kantor Kecamatan Dusun Hilir.

Pembagian masker tersebut bertepatan dengan hari pasar yang rutin berlangsung setiap Selasa. Momentum ini dimanfaatkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, mengingat kawasan sekitar Kantor Kecamatan menjadi salah satu titik yang ramai dilalui warga menuju pasar maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Masker diberikan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu mengurangi paparan asap. Kegiatan berlangsung di tengah aktivitas warga yang tetap berjalan, meski kondisi udara di sejumlah wilayah masih terdampak kabut asap.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kelompok rentan, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Plt. Camat Dusun Hilir, Hidayat, SE, menyampaikan bahwa pembagian masker merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

“Kita memilih membagikan masker di depan kantor kecamatan karena hari Selasa merupakan hari pasar dan banyak masyarakat yang melintas. Dengan begitu, masker ini bisa langsung kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tetap harus beraktivitas di luar,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan memperhatikan kondisi udara. Mudah-mudahan kondisi seperti ini segera membaik,” lanjutnya.

Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya penanganan Karhutla. Pencegahan juga menjadi bagian penting untuk memastikan kebakaran tidak kembali terjadi dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api, sehingga bisa ditangani lebih cepat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang menerima masker, pembagian tersebut menjadi bentuk kepedulian yang hadir di tengah aktivitas sehari-hari. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat tetap harus beraktivitas untuk bekerja, berbelanja, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Hari pasar tetap berjalan, aktivitas masyarakat tetap berlangsung, namun kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan tidak boleh diabaikan. Ketika asap telah sampai ke tengah permukiman, yang harus dilindungi bukan hanya lahan dan hutan, tetapi juga masyarakat yang menghirup udara yang sama setiap harinya.